Pendidikan Nabi Nuh as

Nabi Nuh as terikat perasaan dengan anaknya yang enggan menerima dakwahnya, kemudian kala Allah menurunkan murka-Nya, Nuh as menyeru kepada Rabb :

“…Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku…” (Thaha [11] : 45)

Perasaan sebagai seorang ayah tergerak dalam diri Nuh, dengan harapan bisa memberikan syafaat dan keselamatan bagi anaknya dari siksa yang menimpa. Ayah tidak melupakan anak meski dalam situasi-situasi yang amat genting meski memiliki perbedaan keyakinan. Ia tetap tidak lupa pada anak, meski si anak tetap berada dalam kemaksiatan dan nyaris tertimpa kehancuran dan kebinasaan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: