Dua Macam Sifat Tamak

310835_306473622702508_297157293634141_1405160_252898761_nSalah satu penghancur kebahagiaan seseorang adalah sifat tamak. Namun, dalam mensikapi sifat tamak ini, harus dipiliah antara sifat tamak yang baik nan bermanfaat dan sifat tamak yang buruk yang membahayakan. Mari kita simak penuturan Abdul Wahid bin Zaid terkait pengelompokan sifat tamak ini.

كَانَ عَبْدُ الوَاحِدِ بْنُ زَيْد يَقُوْلُ: اَلْحِرْصُ حِرْصَانِ حِرْصٌ فَاجِعٌ وَحِرْصٌ نَافِعٌ، فَأَمَّا النَّافِعُ فَحِرْصُ اْلمَرْءِ عَلَى طَاعَةِ اللهِ، وَأَمَّا الْحِرْصُ الفَاجِعُ فَحِرْصُ الْمَرْءِ عَلَى الدُّنْيَا، وَهُوَ مَشْغُوْلٌ مُعَذَّبٌ لاَ يَسُرُّ وَلاَ يَلِذُ بِجَمْعِهِ لِشُغْلِهِ، فَلاَ يَفَرِّغُ مِنْ مَحَبَّةِ الدُّنْيَا لِآخِرَتِهِ.

Abul Wahid bin Zaid berkata, “Tamak ada dua. Tamak yang merisaukan (menyakitkan), dan tamak yang member manfaat. Tamak yang member manfaat adalah ketamakan seseorang kepada Allah Swt. Sedangkan, ketamakan yang merisaukan adalah ketamakan seseorang kepada dunia, tersiksa dan selalu sibuk tanpa ada rasa gembira, tidak merasakan kenikmatan ketika mengumpulkannya karena kesibukannya, tidak pernah kosong kecintaannya kepada dunia atas akhiratnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: