Hanya Menikahi Wanita yang Memiliki Koleksi Karya Imam Syafi’i

al-ummImam Syafi’i pernah duduk sambil memegang pena dan menulis kitab untuk menuangkan segala pendapat dan jawaban. Di saat Imam Syafi’i menggoreskan kata-kata di atas lembaran kertas, Al-Muzanni datang lalu berkata kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu! Sahabat-sahabat Malik dan sahabat-sahabat Abu Hanifah mengarang banyak sekali kitab, dan mereka lebih bersungguh-sungguh dalam ilmu melebihi kesungguhanmu.”

Imam Syafi’i kemudian berkata setelah usai menulis, “Wahai Ibrahim! Kami mengarang dan mereka juga mengarang. Namun apa yang dilakukan karena Allah, ia akan tetap bertahan.”[1] Allah menakdirkan kitab-kitab Imam Syafi’i tetap eksis, sampai-sampai Ishaq bin Rahawaih menikahi seorang wanita di Marwa karena si wanita ini memiliki kitab-kitab Imam Syafi’i. Setelah itu Ishaq meninggal dunia, dan ia hanya menikahi wanita itu karena kitab-kitab Imam Syafi’i.[2]

[1] Manaqibusy Syafi’i, Baihaqi, I : 177.

[2] Adabusy Syafi’i, hal: 64.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: