Laki-laki Baik Itu Berjodoh dengan Wanita Baik Pula

suamiistri

Allah Ta’ala berfirman :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (An-Nur : 26)

Ayat Ini menunjukkan kesucian ‘Aisyah r.a. dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik, maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau.

Ayat ini mengandung tiga makna yang saling berkaitan :

Pertama, wanita yang keji itu diperuntukkan bagi laki-laki yang keji pula, sebaliknya wanita yang baik itu diperuntukkan bagi laki-laki yang baik pula. Demikian penuturan Ibnu Zaid. Betapa sering kita mendapati suami istri yang memiliki selera maksiat yang mirip, atau sama. Betapa sering kita temui suami istri yang memiliki selera ketaatan kepada Allah yang nyaris sama. Maka, bila kita menghendaki istri yang baik, maka jadilah baik terlebih dahulu, kemudian pilihkan wanita yang memiliki nilai agama yang menonjol.

Kedua, perbuatan yang buruk itu lahir dari orang-orang yang buruk. Sedangkan, perbuatan yang baik itu lahir dari orang-orang yang baik pula. Demikian pendapat Qatadah dan Mujahid. Ahli maksiat pasti malahirkan amalan-amalan yang bertentangan dengan syariat. Sedangkan, ahli ketaatan akan membuahkan amal kebajikan. Kalau kita ingin selamat, maka carilah teman yang memiliki karakter seperti ‘Penjual minya wangi’.

Ketiga, ucapan yang kotor itu muncul dari orang-orang yang berperangai buruk, sedangkan ucapan yang baik itu muncul dari orang yang berperilaku menawan. Demikian penjelasan Ibnu Abbas dan Adh-Dhahak. Orang-orang yang buruk gemar menyanyi, sedangkan orang-orang shalih gemar mengaji, pelaku maksiat lekat dengan ucapan-ucapan kotor, sedangkan pelaku kataatan terbiasa dengan dizkrullah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: