Shalat Berjamaah Dapat Menghadirkan Nuansa Jihad di Jalan Allah

tttBagi yang telah merasakan suasana jihad di jalan Allah dalam akna yang sebenranya, yaitu berjuang memerangi musuh-musuh Allah dalam medan pertempuran, tentu tidak asing lagi dengan kondisi kedisiplinan dan pentingnya seorang pemimpin dalam medan tempur.  Merapatkan pertahanan sangat diperlukan dan diharus ditanamkan dalam setiap pasukan. Hal ini dapat kita ambil pelajaran dari perang Uhud.

Bagi yang belum pernah maju ke medan jihad, nuansa tersebut dalam kita  hadirkan dalam shalat berjamaah. Merapatkan barisan. Meluruskan shaf. Mematuhi ucapan dan gerakan imam. Semuanya sangat kental dengan nuansa medan jihad. Artinya, barisan yang rapat dan lurus merupakan sebaik-baik barisan dalam shalat. Sebagaimana barisan pertahaman yang rapat merupakan pertahanan yang ideal dalam medan jihad, sebagai yang disampaikan oleh Allah Ta’ala :

إِنَّ الله يُحِبُّ الذين يقاتلون فِى سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بنيان مَّرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur.” (Ash-Shaff: 4).

Dan tak diragukan lagi, mereka yang telah menjadi satu barisan dalam jihad bila sudah terbiasa dengan shalat lima waktu, ia akan menjadi sarana bagi ketaatan kepada komandan mereka dalam barisan jihad. Mereka tidak akan mendahului atau mengakhirkan komando-komando pemimpinnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: