Zainudin Maidin; Sosok Tetangga Yang Tidak Baik

zainudin-maidin

Sebagai negara tetangga, Malaysia telah berulang kali menghina bangsa kita, Indonesia. Mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, pengroyokan terhadap seporter, dan yang paling anyar adalah penghinaan terhadap mantan presiden Indonesia kita B.J. Habibie. Mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin, membuat tulisan yang memberikan gambaran negatif soal Presiden Indonesia ketiga, B.J. Habibie. Tajuk rencana berjudul “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim” itu dimuat koran Utusan Malaysia edisi Senin, 10 Desember 2012.

Padahal, sebagai tetangga, seharusnya Malaysia bisa menunjukkan akhlak dan kepribadian yang menawan kepada tetangganya, terutama yang beragama Islam. Sebab, dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat mulai dan terhormat.

Alangkah indahnya bilamana Zainudin Maidin memahmi dengan benar hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)

Seharusnya Zainudin Maidin malu kepada Jibril ‘alaihis salam yang telah menyampaikan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam perihal hak dan kedudukan tetangga di mata seorang muslim :

مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)

Sebagai seorang tetangga, seharusnya Zainudin Maidin sudi mempererat hubungan, bukan malah memperuncing hubungan. Padahal, Allah SWT telah berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

Sebagai seorang yang berpendidikan, seharusnya Zainudin Maidin memahmi betul sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berikut :

خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْـجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِـجَارِهِ

Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103)

Semoga dengan ancaman Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam beikut ini menjadi bahan renungan kita untuk lebih memaksimalkan diri berbuat baik kepada tetangga. Ada seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, si Fulanah sering shalat malam dan puasa. Namun lisannya pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah bersabda: ‘Tidak ada kebaikan padanya, ia di neraka’” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak 7385, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad 88)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: