Renungan Bagi Setiap Suami

Dr. Aidh Al-Qarni bertutur, “Sejenak sebelum aku tidur, saat aku berada di atas ranjang dan sebelum malam semakin larut, aku mencermati istriku yang tengah tertidur pulas. Sejenak aku membatin, ‘Sebelumnya, bertahun-tahun wanita ini telah hidup ditengah-tengah ayah bunda dan keluarganya. Lantas, ia datang untuk tidur di sisi seorang laki-laki yang sangat asing baginya. Ia telah meninggalkan rumah orang tuanya. Ia telah meninggalkan kasih sayang orang tuanya. Ia telah meninggalkan kesenangan di rumah keluarganya.

Ia datang di sisi seorang laki-laki yang senantiasa memerintahnya untuk berbuat kebaikan dan menlarangnya dari perbuatan buruk. Ia melayani suaminya guna meraih keridhaan Allah. Semuanya ia lakukan atas dasar perintah agama.

Lantas, bagaimana mungkin ada seorang laki-laki memukul istrinya dengan kasarnya, padahal sang istri telah meninggalkan keluarganya dan datang ke sisi suaminya?

Bagaimana mungkin  ada seorang suami keluar rumah untuk menemui teman-temannya dan pergi ke rumah makan, makan minum di sana tanpa memperdulikan sama sekali istrinya yang tengah berada di rumah?

Bagaimana mungkin  ada seorang suami mampu duduk-duduk di luar rumah bersama orang lain lebih lama masanya daripada duduk-duduk bersama istri dan anak-anaknya?

Bagaimana mungkin  ada seorang suami menjadikan rumah sebagai penjara bagi istrinya dan tak pernah mengizinkannya untuk keluar dan tak pernah bercengkrama bersamanya?

Bagaimana mungkin ada seorang suami menjadikan istrinya tidur dengan memendam ganjalan dan di keduanya matanya melelehkan air mata?

Bagaimana mungkin ada seorang suami bisa berjalan bersama wanita lain, sedangkan istrinya yang suci tengah menunggunya di rumah?

Bagaimana mungkin ada seorang suami mampu berpergian dengan meninggalkan istri dan anak-anaknya tanpa memperdulikan nasib mereka?

Bagaimana mungkin ada seorang suami berlepas diri dari tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atasnya, sebagaimana yang disampaiukan oleh Rasulullah SAW?

Bagaimana mungkin ada seorang suami membiarkan istrinya bekerja banting tulang, sedangkan ia enak-enakan duduk manis di rumah, makan minum tanpa memperdulikannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: