Semarak Riba di Bulan Puasa

Tukar uang baru tentu sudah tidak asing lagi fenomena menjelang hari raya Iedul Fitri. di jalan-jalan protokol tentu akan mudah kita temui orang-orang tengah menawarkan tukar uang dengan berkedok “Jasa Tukar Uang Baru”. Sekilas, tentu kita akan berfirkir hal tersebut sangat membantu bagi yang ingin mudik ke tanah kelahirannya dan membagikan sedikit oleh-oleh kepada sanak faimli. Dengan kehadiran para jasa tukar uang tersebut, akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk menukar uang kertas pecahan, daripada harus susah payah dan tentunya menunggu antrian yang amat panjang di bank-bank hanya sekedar ingin menukar uang.

Tapi, sebagai seorang muslim, tentu kita harus hati-hati dengan fenomena ini. Sebab, secara tegas, Islam telah mengharamkan riba, dimana yang dimaksud riba adalah nilai lebih dari penukaran barang-barang yang memang mengadung unsur riba, salah satunya adalah menukar mata uang yang sejenis. Artinya, bila uang pecahan Rp. 1.000,- sejumlah 100 lembar yang nilainya sama Rp 100.000,- ditukar dengan Rp. 110.000,- maka Rp. 10.000,- tersebut adalah riba yang telah diharamkan oleh Islam, meskipun orang menamainya dengan jasa.

Riba tetaplah riba, bagaimana pun bentunya. Dan tentu dosanya akan lebih berat manakala hal tersebut dilakukan di bulan puasa. Semoga kita dihindarkan oleh Allah dari dosa riba. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: