Melatih Kesabaran Anak

Seperti bisanya, ketika adzan Maghrib berkumandang, anak saya bergegas minta ganti baju dan celana karena ingin segera pergi ke masjid bersama teman-teman sebayanya. Memang, akhir-akhir ini, ia lebih senang pergi ke masjid bersama temannya daripada bersama saya. Itu saya maklumi karena usianya sudah bertambah, dan keberaniannya untuk pergi sendiri sudah meningkat.

Sore itu, ia pergi lebih dahulu ke masjid bersama teman-temannya. Kemudian, saya berangkat menyusul. Sesampainya di masjid, dia menangis. Raut muka yang sebelumnya ceria berubah muram. Sambil memegangi kepalanya, dia terisak menangis, meski tak keras. Dengan sikap tenang, saya bertanya, “Kenapa?” “Jatuh,” jawabnya. Ternyata, ia terjatuh di halaman masjid yang licin, maklum sore itu hujan masih turun rintik-rintik.

“Ndak apa-apa, insya Allah, segera sembuh,” saya berusaha menenangkan dan memberikan motivasi. Sambil mengusap kelapanya, saya ajak pulang.

Selaku orang tua, kita kadang kaget melihat sesuatu yang menimpa anak-anak kita. Saat anak pulang main dengan luka di kaki atau tangannya yang mengeluarkan darah, kadang kita dibuah panik dan was-was. Wajar, dan itulah yang sering kali dialami oleh para orang tua. Padahal, kalau kita cermati, semakin kita panik dan cemas terhadap kondisi anak yang tak biasanya, maka secara alami kondisi dan psikologi anak pun juga terbawa oleh apa yang kita nampakkan di hadapan anak. Bisa jadi, anak akan semakin keras menangis atau mengaduh. Semakin kita menampakkan kekhawatiran, hal tersebut malah akan semakin menambah kecemasan anak.

Mungkin akan berbeda kondisinya bilamana kita berusaha menampakkan keteguhan dan ketegaran di hadapan anak. Dengan sikap kita yang teguh tersebut sedikit banyak akan menambah ketenangan dan keteguhannya. Dia akan cepat melupakan apa yang tengah ia alami dan bersegera bangkit untuk bermain lagi atau melakukan aktifitas yang lain.

Kesabaran kita menghadapi kondisi anak yang baru saja terjatuh akan memberikan terapi tersendiri bagi anak sekaligus melatihnya untuk sabar dalam menghadapi musibah. Anak akan bercermin kepada orang tuanya. Ketabahan orang tua akan memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi anak dalam menghadapi hal-hal yang mengagetkannya. Semoga bermafaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: