Mengatasi Rengekan Anak

Apa yang bakal Anda lakukan; saat di sebuah minimarket, kondisi keuangan Anda sangat minim, tiba-tiba anak Anda merengek meminta dibelikan ini itu? Tentu jengkel bukan? itulah yang pernah saya alami di suatu sore saat ingin membeli kebutuhan rumah tangga.

Untuk membeli kebutuhan rumah tangga, seperti biasa saya mengajak istri dan ketiga anak saya. Selain membeli kebutuhan pokok, hal tersebut sebagai sarana refresing dan menyegarkan suasana. Tentu kita memahami dengan benar rutinitas keseharian di rumah. Sebagai seorang ayah yang memang bertugas mencari nafkah di luar rumah, tentu berbeda nuasanya bila dibandingkan dengan kondisi yang dijalani istri dan anak-anak dirumah. Dalam benak saya, tak ada salahnya mengajak mereka mencari suasana yang lebih fresh.

Namun, bila kondisi keuangan keluarga sangat minim, kita harus pandai-pandai mengaturnya. Bebelanja kebutuhan rumah tangga dalam kondisi seperti ini dengan mengajak keluarga berpotensi menimbulkan konfik dan emosi, bila kita tidak pandai-pandai mengendalikan diri. Coba Anda bayangkan, dalam kondisi keuangan yang mepet, kebutuhan pokok belum terbeli semua, tiba-tiba anak-anak meminta dan merengek dibelikan aneka mainan atau jajan. Tentu ini berpotensi membangkitkan emosi.

Dalam situasi seperti itu, tentu orang tua memiliki cara masing dalam menyelesaikan masalah ini. Ada yang secara sepontan melupakan emosinya dengan membentak, menjewer, mencubit atau bahkan memaki-maki si anak. Padahal, di supermaket tengah ramai pengunjung. Tentu ini akan terasa memalukan, di sisi lain, kadang tangisan anak tidak malah berhenti, tapi malah bertambah keras bukan?

Yah, perlu sikap bijaksana memang dalam mensikapi hal seperti ini. Pertama, saya sarankan, tentu ini untuk diri saya pribadi dan kalu ada manfaatnya untuk pembaca sekalin, kendalikan dulu emosi. Jangan cepat-cepat ingin meumpahkan kekesalan kita kepada anak. Tahan amarah. Jangan terpancing untuk meluncurkan kata-kata kasar atau tindakan yang bersifat keras. Kedua, sadarilah sifat anak. Di mana pun, anak memiliki sifat ingin dipenuhi segala keinginannya. cobalah memhami karakter anak yang satu ini. Yang namanya anak, pasti memiliki sifat seperti itu. Ketiga, cobalah berbicara baik-bai, dari hati-hati. Pahamkan bila kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk membeli segala keinginannya. Cobalah anak diajak bertukar pikiran. Ada yang lebih penting untuk dibeli. Kalau pun anak tetap meminta apa yang ia inginkan, pilihkan alternatif harga yang memungkinkan untuk dibeli. itu sebagai bentuk mengobati kekecewaannya. Sekali lagi, hindari melakukan tindakkan yang dapat menjatuhkan psikologi anak di depan umum.Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: