Kala Anak Tak Tahu Lagi Siapa Ayahnya

Miris juga ketika membaca sebuah berita di www.republika.co.id, Kamis, 09 Pebruari 2012, bahwa di Amerika Serikat (AS) seorang anak lebih mudah mengidentifikasi ibu kandungnya ketimbang sang ayah kandung. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Inspire Reseach di beberapa kota di AS menunjukkan menunjukkan hal tersebut. Penelitian itu menunjukkan bahwa 1 dari 10 orang anak di AS telah meragukan siapa ayah kandung mereka sebenarnya. Setidaknya atau 12 persen dari anak laki-laki dan 10 persen dari anak perempuan tidak mengetahui siapa ayah asli mereka. Dan bagi mereka yang ingin mengetahui identitas sang ayah, mereka harus melakukan tes DNA terlebih dahulu. Bahkan, sebanyak 20 persen responden dari semua jenis kelamin mengaku mempertanyakan kehadiran ayah mereka, karena pernah ditanyai oleh kerabat lain, lalu terpikirkan siapa sebenarnya ayah mereka.

Kita semua tahu bahwa pergaulan begitu bebas di Barat. Perzinaan tak lagi dianggap sebagai aib. Seakan-akan mereka tak berpikir bagaimana nasib generasi mendatang. Nasab bercampur baur tak karuan.

Alhamdulillah, agama Islam jauh hari telah mengantisipasi hal ini. Zina dilarang sebagai bentuk kemaslahatan bagi umat manusia. Sebab, salah satu hikmah dilarangnya perbuatan zina adalah menjaga nasab. Karena itulah, kita mendapati adanya larangan untuk berzina, dan bahkan larangan dari segala hal yang dapat mendekatkan seseorang untuk melakukannya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’ [17] : 32)

Bahaya Zina

Zina merupakan penyakit terbesar yang merongrong setiap individu dan masyarakat karena sebab-sebab berikut :

  1. Zina menyebabkan kekacauan nasab dan berbagai kerusakan lain yang ditimbulkannya.
  2. Zina meyebabkan tersebarnya berbagai penyakit; seperti; sipilis, gonorea, dan HIV AIDS yang merupakan bencana zaman modern ini.
  3. Seringkali zina juga menyebabkan terjadinya pembunuhan. Terkadang seorang pemerkosa membunuh korbannya karena melawan atau untuk menyembunyikan kejahatannya. Atau ketika suatu perkosaan dilakukan secara bersama-sama terhadap satu orang wanita, maka sang wanita akan mati karena kelelahan. Dan terkadang keluarga wanita akan membunuh laki-laki yang telah menodai putri mereka atau bahkan membunuh keduanya sekaligus. Dan di dalam syariat islam sendiri, seorang pezina yang muhshan atau telah beristri akan dihukum rajam hingga mati, begitupula dengan pezina wanita yang telah bersuami.
  4. Biasanya dan umumnya zina terjadi dikalangan pemuda, sehingga generasi muda dari umat ini terjerumus ke dalam bahaya seperti pembunuhan, penyakit, dan lainnya. Padahal generasi muda adalah tangan kanan dari umat ini. Merekalah pondasi dari ekonominya, dan singa-singa yang akan melindunginya. Dan jika keadaan mereka demikian, maka umat ini akan terus mundur dan menjadi mangsa dari orang-orang yang menginginkan kehancurannya.

Khalwat, Pintu Perzinaan

Yang perlu kami tekankan di sini, bahwa bayak jalan menuju perzinaan. Salah satu yang menonjol yang menjadi penyebab perzinaan adalah khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Padahal, Rasulullah SAW telah melarang secara tegas akan perbauatn tersebut. Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi n menyampaikan khutbah dan berkata :

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

“Janganlah sekali-kali seorang lelaki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama dengan mahramnya.”[1]

Dan dari ‘Uqbah bin ‘Amir a bahwa Rasulullah n bersabda, “Janganlah sekali-kali kalian masuk ke (tempat kediaman) wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar bertanya, “Bagaimana dengan ipar?” beliau menjawab, “Ipar adalah kematian.”[2]

Dengan cara yang keras dan tegas inilah Rasulullah SAW mengingatkan kaum wanita untuk tidak berkhalwat dengan kerabat suaminya dengan peringatan yang sangat keras. Dan inilah yang terjadi pada banyak orang pada zaman ini, sehingga menyebabkan munculnya berbagai kerusakan yang tidak ada yang mengetahui kadar kerusakannya selain Allah SWT.

Baik kiranya kita cermati penjelasan seputar bahaya zina ini yang ditulisa oleh para peneliti di Universitas Valencia yang menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.

“Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,” inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanyamemiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!

Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Semoga kita dijauhkan dari dosa zina dan segala macam pemicunya. Wallahul musta’an.


[1] Muttafaqun ‘Alaih.

[2] Muttafaqun ‘Alaih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: