Bertaubat 100 Kali dalam Sehari

Teladan Nabi SAW kepada umatnya sungguh luar biasa. Sebagai seorang nabi dan utusan Allah, Rasulullah SAW telah dijamin terjaga dari segala bentuk dosa, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Meski demikian, beliau tetap istiqomah dalam bertaubat kepada Allah SWT atas segala bentuk dosa. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, dalam sehari beliau beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebanyak seratus kali. Sungguh, angka yang tidak sedikit. Dari Abu Hurairah RA, ia bertutur, “Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, sunggug aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari leih dari seratus kali.” (HR. Bukhari).

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa bilangan seratus dalam hadits di atas menunjukkan sesuatu yang banyak, tidak mesti harus seratus kali. Namun, bila menilik dalam sejumlah riwayat, ternyata Nabi SAW benar-benar merealisasikan seratus kali istighfar dalam sehrai. Mari kita cermati dua riwayat berikut yang menggabarkan bagaimana Rasulullah SAW beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.

Pertama, Nasai meriwayatkan dengan sanad jayyid dari jalur Mujahid dari Ibnu Umar, bahwasanya ia mendengar Nabi SAW mengucapkan : Astaghfirullahalladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih, dalam satu majelis sebanyak seratus kali sebelum beliau bangkit.

Kedua, dari riwayat Muhammad bin Sauqah dari Nafi’ dari Ibnu Umar dengan redaksi, “Dalam satu majelis, kami menghitung bacaan Rasulullah : Rabbighfir li wa tub ‘alaiya innaka antat tauwabul ghafur, sebanyak seratus kali.”

Hikmah yang dapat kita petik dari teladan Rasulullah SAW dalam bertaubat saban harinya adalah, bahwa manusia sangat rentan untuk melakukan dosa dan maksiat, baik yang berhubungan dengan hak Allah SWT maupun berkaitan dengan hak sesama; baik dosa kecil maupun dosa besar; baik dosa yang terang-terangan maupun tersembunyi. Seandainya kita hitung dosa dan kesalahan kita sehari semalam, barangkali akan melebihi angka seratus di atas. Dalam sehari semalam, berapa kali kita telah melanggar perintah Allah? Berapa kali kita telah meremehkan perintah Allah? Berapa kali lisan kita menggumbar gosip? Berapakali kita berkata dusta? Berapa kali menyakiti istri? Berapa kali kita menelantarakan hak anak? Berapa kali kita mengabaikan hak-hak tetangga? Dan masih banyak lagi dosa dan kesalahan yang melingkari hidup seseorang.

Seratus kali bertaubat dalam sehari merupakan batas minimal kita manakala kita menyadari bahwa kita adalah manusia yang penuh dengan dosa dan kekhilafan. Inilah karakter pribadi yang menyadari kekurangannya dan berusaha mempebaiki diri agar lembaran hidupnya menjadi lebih baik dan enak ‘dibaca’. Yang pada akhirnya, kelak akan mendapat ridha dan ampunan dari Allah SWT. Wallahu a’lam bish shawab.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: